pfizer free viagra viagra name viagra samples free whats in viagra

Aku Tahu Tuhan itu Maha Adil

Terlahir dengan keadaan fisik yang kurang sempurna bukanlah merupakan suatu musibah atau bencana bagiku. Aku tak pernah mengeluh sedikit pun mengapa harus terlahir seperti ini.Aku tak pernah memberontak kepada orangtuaku atas keadaan fisik yang kurang sempurna ini.Ya, aku memiliki kaki yang kurang sempurna. Sebelah dari kakiku menciut yang menjadikanku harus berjalan seperti orang  pincang. Berbagai cemoohan, hinaan, dan ejekan tak hentinya menghampiriku. Aku tak pernah menggubris dan peduli akan semua itu. yang selalu aku yakini, Tuhan mempunyai rencana lain dibalik keadaan fisikku yang istimewa ini. Aku selalu meminta pada Nya agar menguatkanku dalam menghadapi berbagai macam cobaan.

Kini, aku duduk di kelas IX SMP di pelosok desa yang jauh dari keramaian.Aku terkadang sempat tak habis berfikir bisa mengenyam pendidikan sejauh ini.Mengingat kondisi fisikku yang kurang sempurna, membuatku harus berjuang keras agar bisa bersekolah.Melewati hutan belantara dan menempuh jarak yang lumayan jauh, jalan yang masih bebatuan adalah makanan sehari-hariku.Betapa bisa dibayangkan aku harus mati-matian berjuang dalam merasakan dunia sekolah.

Beruntungnya aku memiliki orangtua yang sangat menyayangiku. Aku tak pernah sekali pun dibentak oleh mereka.Mereka sangat menyayangiku meski keadaan fisikku sebenarnya menyusahkan mereka.Namun  mereka tidak pernah mengeluh dan menggerutu akan keadaanku. Justru, mereka selalu menyemangati dan mendukungku untuk terus berjuang merasakan dunia sekolahan, mendapatkan pendidikan yang layak, dan memperjuangkan hidup.

Sadar akan keadaanku yang seperti ini menjadikan ku tidak pernah sedikit pun merasa malas dalam belajar. Aku selalu berusaha untuk belajar dengan giat.Aku berusaha melakukan yang terbaik.Aku ingin membahagiakan dan membanggakan kedua orangtuaku dengan prestasi belajarku yang memuaskan. Hingga suatu ketika, di sekolahku ada penyeleksian untuk mengikuti lomba di pusat kota.

“aku ingin mengikuti seleksi itu, tapi apakah aku bisa?” gumamku dalam hati.

Keesokan harinya, aku tidak menyangka bahwa aku direkomendasikan oleh wali kelasku untuk mengikuti seleksi itu.Betapa senangnya aku mendapati kabar yang sangat aku tunggu-tunggu.Aku langsung memanfaatkan kesempatan itu dengan sebaik mungkin. Aku akan berjuang sampai titik darah penghabisan.

Penyeleksian pun berlangsung. Aku harus bersaing d